Untuk Mama
Dia adalah orang yang pertama kali aku lihat saat aku terlahir di dunia ini. Dia adalah sosok yang tidak kenal lelah mendidiku dari kecil hingga saat ini. Dia adalah figur yang sangat sabar menghadapi segala tingkahku yang terkadang luar biasa menyebalkan. Dia juga sosok yang tiada henti menggantungkan sejuta angan, harapan, serta diiringi doa untuk masa depanku kelak. Aku memanggil dia Mama. Waktu kecil, aku tidak terlalu memikirkan tentang ini. Aku tidak mampu mendefinisikan betapa berartinya Mama dihidupku. Yang aku tau, Mama selalu ada didekatku. Menemaniku kemanapun. Bahkan waktu kecil, kehilangan Mama semenitpun aku bisa menangis sampai tetangga panik semua. Padahal Mama hanya sedang ke warung. Tapi waktu itu, aku masih belum paham. Lambat laun aku mulai tumbuh, setiap pertumbuhanku tak lepas dari pantauannya. Saat aku mulai masuk sekolah dasar, dia begitu sibuk mempersiapkan seragam dan perlengkapan sekolah lainnya. Dia mengantarku hingga ke dalam kelas, bahkan menunggu...